Kamis, 03 Desember 2020

KELAS LITERASI

 

PRAKTIK BAIK KELAS LITERASI

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah gerakan literasi di sekolah yang  memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah Kegiatan 15 Menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikusai secara baik.

Literasi adalah keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk berkomunikasi  sesuai dengan tujuannya. Literasi adalah kemampuan individu dalam mengolah dan memahami informasi. Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar dan kehidupan mereka. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks lisan, tulisan, maupun gambar/visual.(Tim Inovasi)

SDN 001 Tanjung Selor merupakan sekolah piloting Penguatan Pendidikan Karekter, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Rujukan, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Sekolah yang menerapkan Pendidikan Keluarga sampai termasuk Sekolah Zonasi. SDN 001 Tanjung Selor merupakan salah satu sekolah yang melaksakan kegiatan 15 Menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar di mulai begitu diterbitkannya Peraturan menteri Pendidikan no. 23 tahun 2015.

Akan tetapi dari sekian banyak prestasi dan julukan untuk sekolah masih ada satu hal yang kurang puas di hati kepala sekolah SDN 001 Tanjung Selor, yaitu belum ada satu pun peserta didik yang masuk ke tingkat Nasional. Setiap perlombaan yang selalu diikuti, hanya akan berhasil sampai tingkat Provisi saja.

Berdasarkan latar belakang masalah, maka saya  mencoba untuk membantu kepala sekolah membuat suatu program dan mencari starategi – strategi yang baik agar tercipta perubahan yang baik terhadap peserta didik dan sekolah itu sendiri yaitu SDN 001 Tanjung Selor. Adapun strategi kami untuk membuat peserta didik lebih gemar membaca (selain program membaca 15 menit) dan meningkatkan hasil belajar, maka kami membuat program Kelas Literasi.

Jumat, 20 November 2020

Barongsai

Tanjung Selor, 01 Februari 2020 di SDN 001 Tanjung Selor kedatangan tamu dari ... 

Kedatangan mereka disambung dengan suka cita anak-anak SDN 001 Tanjung Selor. Siswa siswi SD 1 begitu antusias menyaksikan penampilan dari Barongsai tersebut. Merekapun SDH menyiapkan Sampai yang ingin mereka berikan kepada para pemain barongsai tersebut.





Sisi posistif kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk belajar berbagi, belajar bersedekah.


PENGGUNAAN GOOGLE FORMULIR UNTUK PENILAIAN & PENGUMPULAN TUGAS SISWA KELAS 5-A

 

PENGGUNAAN GOOGLE FORMULIR UNTUK PENILAIAN & PENGUMPULAN TUGAS SISWA KELAS 5-A

 

            Infomasi tentang bertambahnya pasien covid – 19 sangat meresahkan orang tua untuk hadir mengumpulkan tugas anak-anaknya di sekolah. Walaupun sudah kita sepakati adanya pengumpulan tugas anak- anak seminggu sekali setiap hari Senin. Keresahan hati orang tua pun timbul. Selain memikirkan dirinya, anak-anaknya sampai memikirkan sang guru. Bagaimana tidak, resiko tertularnya virus covid – 19 itu sangat besar sekali bisa dialami oleh sang Guru dengan seringnya Guru berhadapan dan kontak langsung dengan orang tua siswa.

            Saya pun mencari solusi yang baik untuk kelas saya agar orang tua tetap bekerjasama mengawasi anak – anak dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar. Solusi dari permasalahan ini adalah saya menggunakan Google Formulir dalam pengumpulan tugas sehari-hari bahkan sampai menggunakan untuk kegiatan Penilaian  Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS) bahkan sampai Penilaian Akhir Semester (PAS).

            Google Formulir adalah salah satu fitur google yang dapat diakses melalui browser secara gratis. Oleh sebab itu, cara ini ampuh untuk membantu orang tua dalam mengumpulkan tugas- tugas anak-anaknya. Dalam google formulir yang saya buat, satu link untuk mengumpulkan tugas dalam satu minggu. Jadi orang tua di setiap hari Sabtu mengumpulkan tugas-tugas anaknya berupa foto hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh anak-anaknya dan di masukkan di dalam link google formulir yang sudah saya siapkan dan saya bagikan melalui Whatshapp group paguyuban.

Dalam satu link google formulir, saya membuat ruang pengumpulan perhari. Jadi dalam google formulir tersebut sudah ada ruang- ruang pengumpulan mulia hari Senin sampai hari Sabtu. Siswa tetap mengerjakan tugas-tugasnya per hari sesuai Jadwal PJJ yang sudah di bagikan melalui group Whatshap paguyuban. Setelah selesai, hari Sabtu orang tua mulai memotret dan mengupload tugas anak-anaknya di google formulir tersebut. Mengapa hal ini saya lakukan disetiap hari Sabtu, karena rata-rata orang tua siswa kelas 5A adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pengawasan Belajar Melalui Jadwal PJJ

 

PEMECAHAN MASALAH ORANG TUA SISWA

DALAM PENGAWASAN BELAJAR SELAMA PANDEMIK COVID-19

 

Ajaran baru 2020/2021 tahun ini masih menggunakan BDR (Belajar Dari Rumah). Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan istilah BDR diganti menjadi PJJ yaitu Pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran Jarak Jauh ini dibagi menjadi tiga kriteria pembelajaran, yaitu Daring (Dalam Jaringan), Luring (Luar Jaringan), dan Kombinasi (Daring dan Luring).

SDN 001 Tanjung Selor sepakat memilih menggunakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kriteria kombinasi yaitu Daring dan Luring. Mengapa hal ini kami lakukan? Berdasarkan Evaluasi yang telah kami lakukan, kami menemukan beberapa hal yang terkait dengan BDR (Belajar dari Rumah) semester yang lalu yaitu :

1.      Susahnya orang tua membimbing anak-anaknya, jika semua hal melalui Daring

2.      Banyaknya aplikasi – aplikasi yang digunakan oleh guru membinggungkan orang tua dalam mengerjakan dan mengirim tugas anaknya

3.      Adanya kesibukan orang tua yang bekerja, bersamaan dengan jam belajar siswa di pagi hari

4.      Paket kouta yang kurang terjangkau oleh beberapa orang tua siswa

 

Maka dari itu saya berinisiatif mengajak orang tua siswa untuk berdiskusi prihal masalah pembelajaran yang akan kami sepakati bersama dan memaparkan sebuah Panduan Orang Tua dalam membimbing anak-anaknya tanpa harus menggangu pekerjaannya. Panduan belajar yang saya paparkan waktu pertemuan dengan orang tua siswa adalah sebuah panduan belajar untuk anak-anaknya secara mandiri. Panduan tersebut saya beri nama Jadwal PJJ Kelas 5A.

 

Berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan, akhirnya Paguyuban kelas 5A sepakat dengan pembelajaran yang berfokus pada Penguatan Kompetensi Dasar yang akan dicapai oleh anak- anak didik. dan disepakati juga untuk pengumpulan dan pengambilan tugas baru yang akan dilakukan seminggu sekali setiap hari Senin.

 

Maka dalam jadwal PJJ tersebut berisikan tanggal kegiatan, muatan pelajaran, halaman buku, materi pelajaran berdasarkan kompetensi dasar, ada keterangan ceklis ya dan tidak sebagai panduan anak dalam mengerjakan tugas perharinya dan paraf orang tua sebagai tanda pengawasan terhadap kegiatan belajar anak-anak di rumah.